Rumbia, Fajarbombana.com – Kepolisian Resor (Polres) Bombana resmi berganti pimpinan. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., menyerahkan jabatan Kapolres Bombana kepada AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K. dalam prosesi serah terima jabatan di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Selasa (6/1/2026).
Di bawah kepemimpinan Wisnu Hadi, Polres Bombana telah mengusut 188 kasus tindak pidana dengan tingkat penyelesaian 88,2%, menandai kinerja penegakan hukum yang konsisten selama kurang lebih satu tahun. Wisnu Hadi selanjutnya berpindah tugas sebagai Kapolres Padang Panjang.
Seremoni pisah sambut berlangsung dalam suasana tertib dan hangat, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, antara lain Komandan Kodim 1431 Bombana, Komandan Pos TNI AL Bombana, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bombana, jajaran pejabat birokrasi eselon II dan III, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Kehadiran pejabat lintas sektor mempertegas koordinasi keamanan sebagai fondasi stabilitas sosial dan ekonomi di Bombana.
Dalam sambutan perpisahannya, Wisnu Hadi menyampaikan kesan mendalam atas pengalaman bertugas di Bombana. Ia menekankan karakter masyarakat yang majemuk namun tetap rukun sebagai modal sosial yang bernilai lebih.
“Saya menemukan keindahan dan kedamaian di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, namun tetap hidup rukun,” ujar Wisnu.
Salah satu capaian penting Wisnu Hadi adalah pengawalan Pilkada damai di Kabupaten Bombana, memastikan proses demokrasi berlangsung aman, kondusif, dan inklusif yang mengantarkan Burhanuddin dan Ahmad Yani sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana Periode 2025-2030.
Kinerja penanganan perkara menjadi sorotan selama masa jabatan Wisnu. Dengan 188 perkara diusut dan 88,2% di antaranya diselesaikan, Polres Bombana mencapai tingkat efektivitas yang patut dicatat. Angka-angka tersebut menunjukkan penerapan strategi penegakan hukum yang terarah, mulai dari peningkatan patroli preventif, pemanfaatan deteksi dini gangguan kamtibmas, hingga penguatan kerja sama lintas lembaga dan partisipasi masyarakat.
Dalam perspektif layanan publik, tren penyelesaian perkara yang tinggi secara langsung berkontribusi pada rasa aman dan kepastian hukum diKabupaten Bombana.
Tongkat komando kini berpindah kepada AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K. merupakan jebolan Akpol tahun 2004, pernah bertugas di Mapolda Sulawesi Tenggara (2011–2013) kemudian menjabat Kapolres Bima, Polda NTB, sebelum ditugaskan ke Bombana pada awal tahun ini.
Dalam perkenalannya, Eko menegaskan orientasi tugas yang jelas dan tegas.
“Negara hadir, negara tidak boleh kalah. Polri siap untuk bangsa dan negara,” kata Eko.
Pernyataan ini sekaligus menjadi garis kebijakan awal, menempatkan kehadiran Polri sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan pemeliharaan ketertiban umum.
Bupati Bombana menyampaikan apresiasi atas kiprah Wisnu Hadi yang dinilai memberi dampak nyata bagi stabilitas daerah.
“Kami berterima kasih karena Pak Wisnu telah memberikan warna berupa kedamaian dan kenyamanan di Kabupaten Bombana selama kurang lebih satu tahun,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan wilayah bertumpu pada rasa aman dan damai, sebuah kondisi yang, menurutnya, terwujud berkat kinerja kepolisian di bawah pimpinan AKBP Wisnu Hadi.
“Bombana adalah surga investasi sehingga keamanan merupakan syarat utama bagi investasi. Kami meyakini bahwa dengan hadirnya Kapolres baru, kedamaian semakin terjaga,” tambah Bupati.
Di luar indikator kamtibmas, Bupati menyoroti pentingnya suasana kekeluargaan sebagai ciri khas budaya lokal serta peran budaya Tandu Ale yang perlu dijaga dan dilestarikan. Dimensi kebudayaan dan kohesi sosial itu dipandang selaras dengan visi pembangunan daerah, di mana partisipasi warga menjadi elemen kunci.
“Mimpi saya dalam satu periode adalah mengembangkan potensi dengan investasi yang melibatkan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat Bombana,” katanya, menegaskan model pembangunan yang inklusif dan berbasis komunitas.
Pergantian jabatan Kapolres, terutama di daerah dengan dinamika sosial-ekonomi yang kuat seperti Bombana, lazim dipahami sebagai mekanisme regenerasi kepemimpinan untuk menjaga ritme operasional dan adaptasi kebijakan. Di satu sisi, capaian penanganan perkara di era Wisnu Hadi memberi pijakan yang kokoh; di sisi lain, pernyataan Eko Sutomo tentang kehadiran negara dan kesiapan Polri menjadi sinyal kelanjutan prioritas: penegakan hukum yang tegas, pelayanan publik yang responsif, dan penguatan sinergi dengan pemda serta masyarakat.








